Kemenangan Karsa Dan Isu Politik Uang

Pada Tanggal 11 November 2008 KPUD telah menetapkan Karsa sebagai pemenang Pilkada Jatim berdasarkan perhitungan manual. Selisih angka yang hanya 60 ribuan suara, yang dalam hitungan persen cuma sekitar kurang dari 0,4 % menjadi polemik. Tim pemenangan Ka-ji tidak mau menanda tangani berita acara dan memilih mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi degan alasan telah terjadi penggelembungan suara di dua kabupaten di Madura, Bangkalan dan Pamekasan. Saya pribadi bukan tim pemenangan Karsa, akan tetapi jujur saya memilih Karsa sesuai dengan nurani saya dan sejalan dengan jalur politik yang telah saya pilih. Sebagai daerah besar, Jawa Timur cukup dewasa dalam berdemokrasi terbukti dengan tidak adanya tindakan anarkis yang terjadi selama pemilihan sampai perhitungan akhir, tetapi yang disesalkan sebegitu banyaknya tingkat golput sampai mencapai hampir lima puluh persen, meningkat sedikit dari putaran pertama. Jadi sebenarnya para pemenang pilkada ini hanya mendapatkan suara masing-masing 25 % pemilih. Tentunya ini cukup menyedihkan, dimana dengan adanya keterbukaan berdemokrasi sekarang ini justru masyarakat tidak punya minat menyalurkan hak pilihnya.
Menarik untuk dicermati pernyataan Khofifah Indar Parawangsa bahwa telah terjadi politik uang oleh pasangan lawan dalam Pilkada Putaran Kedua, yang telah dilaporkan ke Panwaslu tetapi tidak ditanggapi. Saya menganggap pernyataan itu naif, bahkan cenderung munafik. Adalah menjadi rahasia umum, bahkan bukan rahasia, politik uang, yang dalam undang-undang pemilu bila terbukti bisa dituntut pidana, telah dilakukan bukan hanya oleh pasangan Karsa dan  bukan hanya pada putaran kedua, dari putaran pertama dan oleh tim Ka-ji sendiri juga telah terjadi politik uang dan ini bukan isu. Teman saya adalah pendukung Ka-ji, dan simpatisan parpol,dia mendapat uang 20 ribu dan kaos, oleh partai pendukung Ka-ji. Terlepas alasan bahwa itu diluar program kampanye Ka-ji atau tidak atas sepengetahuan atau seijin Ka-ji tetaplah politik uang. Semua bermain dalam politik uang, saya bisa jamin 100%. Semua cara akan dilakukan agar menang, itulah politik, dan itulah realitanya, politik adalah kotor, kejam dan membodohi. Sebenarnya tulisan saya bisa panjang, tetapi saya persingkat, dan dalam kaitannya dengan Pemilu 2009, aroma politik uang sudah begitu tercium kuat banget. Saya sebagai caleg, telah dimintai untuk membagikan uang bila ingin dapat suara, bukan hanya oleh satu orang, tetapi oleh beberapa orang, dan memang itulah yang dimaui rakyat (tapi bukan seluruh rakyat, karena saya percaya bila masih banyak yang tidak begitu). Bila memang tidak mau keluar unag, karena memang saya tidak punya, lebih baik tidak maju mencalonkan diri, karena tidak ada gunanya. Dan saya juga telah mendengar adanya kemungkinan bom-boman, banyak-banyakan uang yang diberikan. Saya sekarang cuma hanya bisa pasrah, bila memang rakyat menghendaki uang dan bukan kualitas sang calon. Makanya tidak mengherankan bila dari masa ke masa tidak ada perubahan yang lebih baik dalam sistem demokrasi kita, preman, pengangguran, orang bodoh, bisa jadi wakil rakyat, apa jadinya negara ini bila barometernya adalah uang?

Pendaftaran CPNS Ponorogo Sumbangsih KotaReyog pada Ultah TPC

9 Warok yang komentar, antara lain :

  1. gajah_pesing
    #1

    Hapus tulisan ini! Kami kotareyog bukan ajang politik!

  2. denologis
    #2

    halo mas witsong, caleg keblinger dari partai apa ya?
    jika ingin kampanye KarSa atau Politik Uang, silahkan kunjungi blog saya saja, http://denologis.wordpress.com/

    Tolong jangan nodai KOTAREYOG [DOT] COM, Please. Thanks.

    Best Regards,
    Bocah Biasasaja

    denologis postingan terakhir.. Pahlawan Indonesiaku

  3. denologis
    #3

    @ pak gajah_pesing, commentable-nya ditutup saja sampai dihapus sendiri oleh mas Caleg. Thx.

    denologis postingan terakhir.. Pahlawan Indonesiaku

  4. denologis
    #4

    eh sorry, yang tadi masih kebawa emosi gara2 pengumuman kemaren.
    kalo menurut saya, posting ini cocok kok pak gajah. asalkan masih dilabeli OPINI kan menjadi tanggungjawab penulis. bukankah Disclaimernya sudah ada.
    Jadi, kalo menurut saya, posting ini tidak perlu dihapus atau di-unpublish. cukup dikomentari saja.
    maap kalo plin-plan….

    denologis postingan terakhir.. Pahlawan Indonesiaku

  5. arifudin
    #5

    :(
    arifudin postingan terakhir.. Pelatihan Wirausaha

  6. unting
    #6

    yah begitulah POLITIK terlepas kotor atau tidak nya

    semua fihak harus siap menerima apapun keputusannya, semua fihak harus bisa menahah diri, yang terpenting adalah bukan siapa yg manang dan siapa yg kalah tapi bagaimana bisa membawa, membawa Jawa timur kedepan menjadi lebih baik,lebih makmur, lebih sejahtera

    toh kan ngk harus menjadi no 1 untuk bisa membawa masyarakat ini untuk menjadi yg lebih baik

    “Banyak jalan menuju roma”

    “maaf kalo opini saya kurang berkenan” peace…

  7. Wongbagoes
    #7

    Hmm…

    Kuk serem2 kumennya,,,

    Siapapun orangnya, apapun warna bajunya bisa mewujudkan Jatim yang lebih adil dan lebih mensejahterakan bagi rakyat Jatim.

    Wongbagoes postingan terakhir.. Kaji Terjungkal, Karsa Menuju Jatim 1

  8. Tulus Muara
    #8

    Politik itu bukan suatu alat yang kejam dan kotor..!!!
    tapi bagaimana kita menggunakan politik itu sebagi alat untuk mencapai tujuan bersama demi terlaksananya tujuan bagi semua orang. Persoalanya adalah para politikus kita ini sangat minim dan kurang dewasa dalam berpolitik, sehingga hal & kesalahan sekecil apa pun digunakan untuk menyerang orang lain. Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap kawan sebagai kompetitor yang bisa menghambat karirnya, tapi tidak pernah berpikir bahwa orang itu mungkin lebih baik dari kita.

    Bravo kotareyog.com
    salam kenal & persahabatan..

    (Tulus Muara)

    Tulus Muara postingan terakhir.. Kumpulan Kata-kata Mutiara

  9. gold2silk
    #9

    no comment :D

Kirim Komentar Sampean





XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>