Tren gibah lewat reality show

Reality show saat ini diminati.Hampir seluruh penonton yang umumnya didominasi oleh para anak-anak muda ini,menurut para ulama banyak yang menilai kalo tayangan ini adalah gibah,pembohongan publik dan tidak mendidik.

Bagaimana kah kita sebagi umat islam menyikapinya?

Banyak masyarakat dan konsumen televisi mengira reality show itu adalah kejadian yang nyata.karena dalam tayangan digambarkan seolah-olah awak TV dan pembawa acara ikut panik dan sebagainya.Pada kenyataannya hal itu hanyalah akting belaka.

Reality show yang terbilang mengada-ada adalah termehek-mehek,cinta patut diuji.,play kabel dan lain-lain yang menjamur ditelivisi.

Masyarakat melihat adegan konflik dan negatif yang diintip kemudian dijadikan tontonan bukan seperti senetron.

Masyarakat melihatnya sebagai kejadian nyata sebuah tayangan yang benar-bvenar terjadi dan tanpa ada unsur rekayasa.

Ini sesuai dengan pernyataan oleh ANDRY TRIYANTO,Ketua Litbang dan Investigasi Lembaga Studi Media.

Ini juga didukung oleh ketua fatwa majelis ulama Indonesia. KH Makruf Amin,mengatakn bahwa MUI

siap menindaklanjuti kritikan masyarakat soal reality show tersebut dengan memberikan fatwa.Karena saat ini banyak masyarakat yang tidak setuju dengan acara tersebut.

Dasarnya adalah islam sudah jelas melarang menjelek-jelekkan,orang lain,islam menghendaki kesalahan dan keburukan yang dilakukan oleh orang islam itu disembunyikan dan tidak boleh diheboh-hebohkan.

Nabi bersabda :

“Barang siapa yang menutupi keaiban orang islam,maka Allah menutup keaibannya pada hari kiamat”.(hadist riwayat Muslim Abu Daud dan At-Tirmizi)

Sudah jelas hadits tersebut menunjukkan bahwa haram membongkar aib orang lain.Saat ini tayangan tersebut bukan menghibur atau mendidik,namun lebih bersifat bisnis dan mendahulukan rating,karena televisi terlalu terpaku pada rating.

Tapi semua itu pasti ada sisi positif dan negatifnya,sisi positif dari tayangan tersebut adalah dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang prilaku seseorang,karena dalam hidup ini kita menemui banyak ancaman.Tapi kalo kita simak dengan seksama saya yakin banyak sisi negatifnya,karena saat ini stasiun televisi dalam melakukan penayangan sebuah berita sudah kebablasan.

sumber : Tabloid Nurani edisi 416

Peranan Blogger Warok untuk Ponorogo

Secara linguistik, kata Ponorogo diambil dari Bahasa Jawa, Pono dan Rogo. Dalam satu versi, Pono berarti Perasaan memiliki indra keenam untuk mengetahui peristiwa yang akan terjadi. Sedangkan Rogo bermakna Manusia atau Orang. Dan dalam versi lainnya, Pono berasal dari kata serapan bahasa Arab yang berarti Rusak. Dan Rogo berarti Tubuh atau jasad manusia. Jadi, Ponorogo dapat diartikan sebagai Manusia yang memiliki kekuatan supranatural untuk mengetahui peristiwa di masa depan, menurut versi pertama. Dan juga diartikan sebagai Tubuh yang rusak, menurut versi kedua. Sekilas, kedua makna tadi kontradiktif. Namun, jika dikaitkan kedua makna tadi dapat berarti sebagai Karakter manusia yang memiliki kesadaran untuk berfikir jauh ke depan dan mengingat bahwa kehidupan ini fana.
Baca dulu, baru komen…

Lomba Nge-BLOG 2008

Kotareyog.com

proudly present

Tema :

Ponorogo di Matamu

Waktu perlombaan:

  • Pendaftaran : 4 Desember - 23 Desember 2008
  • Batas akhir tulisan : 23 Desember 2008 pukul 24.00 WIB
  • Penjurian : 24-25 Desember 2008
  • Pengumuman pemenang : Gathering Akbar (Suro-an) KOTAREYOG.COM (Sabtu, 27 Desember 2008)
  • Nominasi pemenang akan dihubungi Panitia dan di umumkan melalui website KOTAREYOG.COM
  • Pendaftaran melalui alamat:

http://www.kotareyog.com/ngeblog2008

Kriteria Lomba:

  1. Lomba ini terbuka bagi semua blogger yang telah mendaftarkan diri.
  2. Tulisan di posting pada blog masing-masing
  3. Tulisan yang diikutsertakan harus sesuai dengan tema.
  4. Setiap blogger boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan.
  5. Setiap tulisan terdapat tiga kata kunci (keyword): reyog, ponorogo, dan grebeg suro serta menggunakan tags khusus gs2008
  6. Tulisan merupakan hasil karya asli atau original, jika mengutip harus menyertakan sumber kutipan/backlink (baik foto maupun pendapat) .
  7. Tulisan tidak mengandung konten SARA dan pornografi.
  8. Wajib memasang banner dan link lomba blog.
  9. Tulisan yang disertai dengan foto akan menjadi nilai plus.
  10. Bagi nominator diusahakan hadir pada Gathering Akbar (Suro-an) KOTAREYOG.COM
  11. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.

Kriteria Penilian

  • Originalitas
  • Kesesuaian dengan tema
  • Content (isi)
  • Pernak-pernik tulisan dan blog

Dewan Juri:

  1. Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kab. Ponorogo
  2. Wartawan/Pimred Radar Madiun*
  3. Kotareyog.com

Hadiah lomba:

  1. Juara I Rp 1 juta + Sertifikat + Domain&Hosting + Merchandise
  2. Juara II Rp 750 ribu + Sertifikat + Domain&Hosting + Merchandise
  3. Juara III Rp 500 ribu + Sertifikat + Domain&Hosting + Merchandise

Informasi:
Afif Nurwilianto
| +62 852 338 01344
Ahmad Hidayatulloh | +62 813 592 04155
admin@kotareyog.com
http://www.kotareyog.com/ngeblog2008

List peserta sampai saat ini:

  1. http://www.ingateros.com/2008/12/kenapa-sayah-mencintai-ponorogo.html
  2. http://yahya-adis.blogspot.com/2008/12/indahnya-negri-ini.html
  3. http://raskandya.blogspot.com (Tidak ada posting yang sesuai dengan judul yang didaftarkan)
  4. http://yahya-adis.blogspot.com/2008/12/melihat-sebuah-ponorogo.html
  5. http://fauzy.kotangawi.com/2008/12/08/grebek-suro-dan-pewarisan-budaya/
  6. http://meylya.wordpress.com/2008/12/10/ponorogo-kotaku/
  7. http://sapimoto.com/2008/12/grebeg-suro-kota-reyog-ponorogo/
  8. http://zahrul-cakep.blogspot.com/ (Tidak ada posting yang sesuai dengan judul yang didaftarkan)
  9. http://3akbar.blogspot.com/2008/12/ponorogo-surganya-para-pelancong_16.html
  10. http://soewoeng.com/2008/12/pas-grebeg-suro-di-kota-reyog-ponorogo-ada-patung-bisa-menari/
  11. http://gajahpesing.kabarku.com/index.php/note,10431/cp,1/page,1/Ponorogo-di-Mataku-?.html
  12. http://zebhi-adventure.blogspot.com/2008/12/pengalamanku-di-ponorogo.html
  13. http://www.blogreog.co.cc/ (Tidak ada posting yang sesuai dengan judul yang didaftarkan)
  14. http://ahmadnasikun.wordpress.com/2008/12/13/pelestarian-kebudayaan-bangsa-dengan-reog-ponorogo/
  15. http://biasasaja.com/2008/12/menatap-ponorogo-di-masa-depan/
  16. http://denologis.wordpress.com/2008/12/13/243/
  17. http://dz4ki.blogspot.com/2008/12/mengungkap-kearifan-lokal-reog-ponorogo.html
  18. http://febriharsanto.wordpress.com/2008/12/15/grebeg-suro-antara-eksistensi-dan-pengakuan/
  19. http://henriwiratsongko.blogspot.com/2008/12/ayo-nonton-grebek-suro-di-ponorogo.html
  20. http://mas-mujib.blogspot.com/2008/12/ponorogo-menyapa-dunia_7009.html
  21. http://kaiimyword.blogspot.com/2008/12/wisata-kota-ponorogo.html
  22. http://tazkiana.wordpress.com/2008/12/16/ponorogo-e-tourism-dan-komunitas-blogger/
  23. http://petrukmoroto.wordpress.com/2008/12/17/reog-refleksi-masyarakat-ponorogo/
  24. http://ownconcept.blogspot.com/2008/12/reog-ponorogo-sebagai-seni-budaya-yang.html
  25. http://pesona-nusantara.blogspot.com/2008/12/ponorogo-menebar-pesona.html
  26. http://warokponorogo.wordpress.com/2008/12/19/budaya-dan-potensi-ponorogo/
  27. http://warokponorogo.wordpress.com/2008/12/19/tren-anak-muda-ponorogo/
  28. http://abidee.wordpress.com/2008/12/19/ponorogo-dengarlah/
  29. http://3akbar.blogspot.com/2008/12/mengungkap-dibalik-keindahan-ponorogo.html
  30. http://onoloro.net/2008/12/terpikat-dengan-keelokanmu/
  31. http://zixs.weebly.com/posting.html
  32. http://garudapala.blogspot.com/2008/11/pecinta-alam-ponorogo-bulan-suro1.html
  33. http://artikasosweet.blogspot.com/2008/12/ponorogo_22.html
  34. http://artikasosweet.blogspot.com/2008/12/ponorogo.html
  35. http://artikasosweet.blogspot.com/2008/12/ponorogo-ku.html
  36. http://ponorogo-ponorogocity.blogspot.com/2008/12/ponorogo-perubahan-baru.html
  37. http://arischpn.blogspot.com/ (Blog tidak ditemukan)
  38. http://adiavanza.blogspot.com/2008/12/grebek-suro-penggerak-ekonomi-ponorogo.html
  39. http://ouropini.blogspot.com/2008/12/ponorogo-dan-festival-reog.html
  40. http://febriharsanto.wordpress.com/2008/12/22/warok-warok-itu/
  41. http://reogdancer.blogspot.com/2008/10/gamelan-reog-dan-dua-wangsa-besar-di.html
  42. http://reogdancer.blogspot.com/2008/11/mistisisme-gamelan-reog.html
  43. http://marvest.blogspot.com/ (Tidak ada posting yang sesuai dengan judul yang didaftarkan)
  44. http://rediaja.wordpress.com/2008/12/22/grebeg-suro/
  45. http://elvigto.wordpress.com/2008/12/22/dibalik-kemeriahan-grebeg-suro-di-ponorogo-kinerja-dinas-pariwisata/
  46. http://antownholic.com/dari-reyog-ponorogo-saya-terinspirasi-membuat-ilustrasi/
  47. http://santren.wordpress.com/2008/12/22/ponorogo-di-mataku/
  48. http://himmahponorogo.blogspot.com/2008/12/kacamata-ponorogo.html
  49. http://blog.keminisme.com/aku-dan-ponorogoku.html
  50. http://blogponorogo.blogspot.com/2008/12/ponorogo-online.html
  51. Andakah selanjutnya???

Terima kasih atas partisipasi dan dukunganya dalam Lomba Ngeblog 2008. Pengumaman pemenang akan segera kami beritahukan.
Salam Blogger warok!!!

BHINEKA TUNGGAL IKA

berbeda-beda tetapi tetap satu jua,itulah kira2 arti kata diatas yg di kutip dari kitab sutasoma dan sudah dipakai oleh nenek moyang kita pada jaman majapahit serta di pakai juga oleh “founding father” kita.namun sungguh ironis karena kata2 itu jadi semakin tidak berarti disaat sekarang ini di indonesia tercinta.
kata yang sangat global serta kiranya pantas sebagai lambang di negara kita yang terdiri dari berbagai macam suku,ras dan agama ini,semakin tidak terpakai jikalau kita menilik kejadian demi kejadian yg santer terjadi di sekitar kita.
masih bersemayam di ingatan kita bagaimana kejadian tragedi mei 1998 dimana yg di sebut tonggak berdirinya reformasi mesti mengorbankan bergelimang harta dan nyawa.dan yang lebih miris lagi melibatkan diskrimasi suku,agama dan ras.sempat terpikir apakah suatu perubahan mesti perlu mengorbankan itu semua???
mungkin sudah hilang jiwa nasionalis bangsa ini yang dengan susah payah di tanamkan oleh para pendiri bangsa ini.sehingga di banyak kalangan lebih mengutamakan golongan dan kelompoknya hingga lupa akan nasioanalis,tepo seliro serta tenggang rasa,yang terjadi malah aksi saling menjatuhkan,gontok2 an dan ingin paling benar.
dalam waktu dekat ini bangsa kita akan mengadakan “pesta” besar2 an yang di sebut pemilu
mari kita pupuk jiwa nasionalis kita agar bisa menciptakan pemuli yg bersih dan jujur
kita boleh beda “baju”, beda keyakinan tapi tetep memegang teguh kebhinekaan tunggal ika
siapapun yg akan berkuasa nanti mari kita terima dengan legowo kita dukung untuk menciptakan indonesia yg bersatu.

amien

indonesia bukan jawa,batak,madura,dayak,sunda,islam,kristen,hindu,budha
indonesia adalah dari sabang sampai merauke dari timor sampai ke talaud

Pendidikan Mahal dan Lapangan Kerja

Saya masuk ke toko buku. Untuk waktu sekarang dimana saya sudah tidak sekolah lagi, melihat harga-harga buku yang untuk satu buku cukup buat makan seminggu, rasanya wah. Waktu kuliah saya jarang beli buku, meski saya suka membaca, saya lebih suka menfoto kopi  buku dari perpustakaan, entah itu nantinya saya baca atau tidak, semacam koleksi, tapi jelek,namanya juga cuma foto kopian.

Menuntut ilmu bisa berbagai bentuk. Tidak cuma dengan pendidikan formal, SD, SMP, SMA, terus ke Perguruan Tinggi. Orang yang berpendidikan tinggi  belum tentu dikatakan berhasil dalam menuntut ilmu kalau dia belum bisa mendapatkan manfaat dari ilmu itu sendiri. Dan menempuh pendidikan tidak ada yang namanya tidak berguna, karena hakekat pendidikan bukan untuk sekedar bisa masuk jadi pegawai negeri, atau bisa jadi direktur, tetapi menjadikan kita menjadi lebih terdidik dan bisa hidup layak dengan ilmu yang kita peroleh.

Sekarang beaya pendidikan semakin mahal. Kakak saya, dalam setahun menghabiskan beaya 20 juta untuk anaknya yang sekolah di SMA. Bahkan sekolah SD sekarang ada SPPnya yang mencapai satu juta rupiah. Sebetulnya apakah itu wajar? Mungkin kita tidak akan pernah mempersoalkan itu karena memang semua komponen pendidikan itu mahal, mulai dari gaji dan tunjangan kesejahteraan guru, buku-buku wajib, ekstrakurikuler, pemeliharaan gedung sekolah dan pengembangan sarana sekolah, dan sebagainya. Kita mungkin bisa memaklumi, kenyataan itu memang demikian, tetapi apakah biaya-biaya itu sudah sesuai dengan hasil yang didapat kemudian? Bukankah pendidikan adalah investasi? Tetapi kenapa tidak banyak orang yang bisa sukses berinvestasi darinya? Indonesia masih tetap seperti ini dari waktu ke waktu, banyaknya pengangguran, rendahnya daya saing, tingginya tingkat kemiskinan adalah hasil nyata dari pendidikan. Saya sering melihat, orang berpendidikan cuma smp, tapi bisa hidup kaya raya, sedangkan yang lulus sarjana, cuma jadi karyawan dengan gaji yang tidak cukup buat beli pulsa.

Pendidikan yang ada di Indonesia kebanyakan terasa mentah, tidak serius, asal-asalan tanpa ada arah sasaran yang jelas dan hanya menjadi ajang bisnis, sehingga tujuan dari mendidik dan dididik tidak tercapai. Jarang sekali pendidik yang peduli akan jadi apa anak didiknya kelak. Pendidikan seperti ini melahirkan generasi yang tidak mandiri, melahirkan the wrong man in the wrong place.

Saya bisa memaklumi biaya pendidikan harus mahal, tetapi janganlah lupa memperhatikan nasib sumber daya manusia itu nantinya, sehingga tidak sia-sia rakyat kecil menyekolahkan anaknya dengan susah payah.
(Tulisan ini untuk bekas dosen saya Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA, atas pengabdiannya, moga di sisa tugas anda bisa lebih berpihak pada rakyat kecil)

Kemenangan Karsa Dan Isu Politik Uang

Pada Tanggal 11 November 2008 KPUD telah menetapkan Karsa sebagai pemenang Pilkada Jatim berdasarkan perhitungan manual. Selisih angka yang hanya 60 ribuan suara, yang dalam hitungan persen cuma sekitar kurang dari 0,4 % menjadi polemik. Tim pemenangan Ka-ji tidak mau menanda tangani berita acara dan memilih mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi degan alasan telah terjadi penggelembungan suara di dua kabupaten di Madura, Bangkalan dan Pamekasan. Saya pribadi bukan tim pemenangan Karsa, akan tetapi jujur saya memilih Karsa sesuai dengan nurani saya dan sejalan dengan jalur politik yang telah saya pilih. Sebagai daerah besar, Jawa Timur cukup dewasa dalam berdemokrasi terbukti dengan tidak adanya tindakan anarkis yang terjadi selama pemilihan sampai perhitungan akhir, tetapi yang disesalkan sebegitu banyaknya tingkat golput sampai mencapai hampir lima puluh persen, meningkat sedikit dari putaran pertama. Jadi sebenarnya para pemenang pilkada ini hanya mendapatkan suara masing-masing 25 % pemilih. Tentunya ini cukup menyedihkan, dimana dengan adanya keterbukaan berdemokrasi sekarang ini justru masyarakat tidak punya minat menyalurkan hak pilihnya.
Menarik untuk dicermati pernyataan Khofifah Indar Parawangsa bahwa telah terjadi politik uang oleh pasangan lawan dalam Pilkada Putaran Kedua, yang telah dilaporkan ke Panwaslu tetapi tidak ditanggapi. Saya menganggap pernyataan itu naif, bahkan cenderung munafik. Adalah menjadi rahasia umum, bahkan bukan rahasia, politik uang, yang dalam undang-undang pemilu bila terbukti bisa dituntut pidana, telah dilakukan bukan hanya oleh pasangan Karsa dan  bukan hanya pada putaran kedua, dari putaran pertama dan oleh tim Ka-ji sendiri juga telah terjadi politik uang dan ini bukan isu. Teman saya adalah pendukung Ka-ji, dan simpatisan parpol,dia mendapat uang 20 ribu dan kaos, oleh partai pendukung Ka-ji. Terlepas alasan bahwa itu diluar program kampanye Ka-ji atau tidak atas sepengetahuan atau seijin Ka-ji tetaplah politik uang. Semua bermain dalam politik uang, saya bisa jamin 100%. Semua cara akan dilakukan agar menang, itulah politik, dan itulah realitanya, politik adalah kotor, kejam dan membodohi. Sebenarnya tulisan saya bisa panjang, tetapi saya persingkat, dan dalam kaitannya dengan Pemilu 2009, aroma politik uang sudah begitu tercium kuat banget. Saya sebagai caleg, telah dimintai untuk membagikan uang bila ingin dapat suara, bukan hanya oleh satu orang, tetapi oleh beberapa orang, dan memang itulah yang dimaui rakyat (tapi bukan seluruh rakyat, karena saya percaya bila masih banyak yang tidak begitu). Bila memang tidak mau keluar unag, karena memang saya tidak punya, lebih baik tidak maju mencalonkan diri, karena tidak ada gunanya. Dan saya juga telah mendengar adanya kemungkinan bom-boman, banyak-banyakan uang yang diberikan. Saya sekarang cuma hanya bisa pasrah, bila memang rakyat menghendaki uang dan bukan kualitas sang calon. Makanya tidak mengherankan bila dari masa ke masa tidak ada perubahan yang lebih baik dalam sistem demokrasi kita, preman, pengangguran, orang bodoh, bisa jadi wakil rakyat, apa jadinya negara ini bila barometernya adalah uang?

Shalat Di Kamar Mandi?????

Bukan lagi hal yang tabu buat temen-temen “muslim” seprofesiku (TKW), terutama mereka yang merantau di Hong Kong. Kok bisa yach???

Mayoritas mereka bekerja dengan orang non muslim dan tidak jarang mereka melarang pembantunya untuk menjalankan ibadah agamanya, atau secara kasarnya “di murtadkan untuk sementara”. SADIZzzz……

Keinginan yang kuat untuk selalu dekat dengan Nya, banyak temen-temen yang nekat “mencuri” kesempatan untuk menjalankan shalat walaupun g bisa lengkap sampai 5 waktu. Sebisa mungkin. Ada yang berhasil g ketahuan ma si boss dan ada juga yang “gatot” alias gagal total sampe harus di transfer lagi ke agency. KEJAMmmmmm……

“Mencuri” disini bukan hanya mencuri waktu tapi juga mencuri tempat. Bisa bayangin g kalo semua sudut ruangan ada kamera yang siap memantau gerak gerik kita, mana lagi tempat yang bisa dicurikalo g kamar mandi!!!!!

Kamar mandi buat shalat??????? Yang bener aza neee????

EEEEeeeeiiiitzzzzz, jangan negatif thinking dulu, ini kamar mandi g sembarang kamar mandi tapi kamar mndi yang standar luar negeri g seperti kamar mandiku di kampoenk ku. Ada bath up, toilet alias jamban duduk (lek nek kampoenk khan ndodok umum’e), ada sink (sing biasane buat gosok gigi kae lowww). Ditambah lagi syaratnya, setiap habis pake lantai kamar mandi harus kering seperti semula.

bersih khaaaaaaannnnn????

Sooo, shalat di kamar mandi???? kenapa g?????

Masalahnya sekarang, sah ato ga shalatnya???? Kalo itu wa’allahu alam, karena mereka cuman berusaha untuk selalu dekat dengan Nya dan itulah jalan yang bisa mereka tempuh.

Kalo menurut temen temen gimana nee, sah ga????

Minal Aidin ye….

Selamat Hari Raya 1428H, Minal Aidin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Begitulah, kalimat tersebut sangat popular di Indonesia di saat hari raya idul Fitri ini, baik terpampang di Media Elektronik maupun cetak, bahkan spanduk di pinggir jalan. Dan orang-orangpun ikut-ikutan menuliskan SMS berisi kalimat-kalimat tersebut dan di kirimkanlah secara massal kepada sanak famili, kerabat dan koleganya sehingga pihak operator seluler meraup untung yang banyak pada perhelatan tahunan tersebut.

Saking populernya kalimat tersebut sehingga tiap ketemu, orang-orang Indonesia kebanyakan akan saling bilang “Minal Aidzin ye….”, atau kadang di awali dengan joke “Kita udah minal minul belum ya,…kalo gitu, minal aidin ye….mohon maaf lahir batin”. Entah tahu apa tidak arti kalimat tersebut, tetapi kalo belum mengucapkannya sepertinya kurang afdol ritual idul fitrinya.
Baca dulu, baru komen…

CPNS

Banyak orang memburu status Pegawai Negeri. Boleh di bilang pekerjaan yang paling fleksible (istilahnya duduk di kantor atau ambil libur kerja aja tetep dapat gaji). Beda dengan kerja di swasta atau wiraswasta.
Memang tidak smua PNS punya perilaku sama,dan negara butuh seorang PNS yang punya dedikasi kerja bagus (sebagai bentuk pengabdian ke bangsa).

Ini suatu fenomena yang harus di perhatikan betul oleh pemerintah pusat dan kalau perlu di awasi oleh lembaga independent swasta.
Dan kalau perlu lagi pemerintah memberi pensiun dini bagi PNS yang kerja nya gak bener dan juga memberi penghargaan buat yang kerjanya bagus.
Sehingga bisa memacu semangat para PNS dalam bekerja.

Saya mendapat kabar kalau Kota Ponorogo sendiri akan membuka lowongan utk CPNS.
Begitu ramainya orang mendaftar secara tidak langsung mereka ingin melalui proses masuk lewat “pintu belakang” sehingga membuka peluang bagi para calo yang mengambil kesempatan ini.

Menurut saya percaloan untuk CPNS harus ditindak tegas, karena selain jalur masuk CPN jadi tidak sehat tapi juga akan menimbulkan kecemburuan sosial.
Yang kaya bisa menjadi semakin kaya, sedangkan yang miskin tambah menjadi miskin.
Bagaimana bisa tidak, orang yang miskin mau makan aja susah apalagi buat bayar calo untuk bisa masuk sebagai Pegawai negeri pakai duit dari hongkong?? :D

masalahnya apakah di Ponorogo terdapat jasa yang mau masukin CPNS lewat pintu belakang? Monggo di beber….

Sejenak Mengkaji Ideologi Partai Politik

————————————————————————–[*]

Dalam menyongsong pesta demokrasi (2009-2010) seluruh komponen struktur politik sudah mulai unjuk gigi, yang paling menonjol saat ini adalah partai politik. Di sepanjang jalan bahkan tempat pemasangan reklame terpampang begitu banyak atribut partai (mulai dari bendera, pamphlet, gambar tokoh, slogan dan segala bentuk propaganda yang lain) yang sengaja dipasang dengan tujuan sosialisasi agar dikenal oleh masyarakat. Setrategi semacam ini memang efektif untuk tujuan mengenalkan kepada masyarakat bahwa (partai A, B, C dan sebagainya..) dalam pesta demokrasi mendatang telah lolos ferivikasi.

Namun disisi lain sosialisasi semacam itu tidak bisa maksimal, karena terlalu banyak partai yang muncul dan masih asing bagi masyarakat. Dan dalam realitanya sulit kita temui partai yang mensosialisasikan dengan cara terjun langsung kepada masyarakat dan benar-benar berdiskusi tentang kondisi dan harapan (aspirasi) masyarakat.

Sebagai generasi bangsa Indonesia mari sejenak berpikir dan berkenalan (mengkaji) ideology partai politik. Karena mendekat atau lari kereta tetap lewat, dalam artian mau tidak mau kita berkewajiban dalam partisipasi politik.

Partai Politik

Secara umum Partai Politik adalah Organisasi dimana di dalamnya terdapat pembagian tugas dan petugas untuk mencapai suatu tujuan, mempunyai ideologi, mempunyai program politik (political platform) sebagai rencana pelaksanaan atau cara pencapaian tujuan secara lebih pragmatis menurut penahapan jangka pendek sampai jangka panjang serta mempunyai ciri berupa keinginan untuk berkuasa. Tujuan partai politik adalah berpartisipasi dalam sektor pemerintahan, berusaha melakukan pengawasan (bahkan oposisi) dan memadukan tuntutan yang masih mentah (termasuk mencanangkan isyu politik).

Dalam UU No. 2-2008 (Pasal 1 ayat 1) tentang Partai Politik. Yang dimaksud Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dari definisi tersebut sudah jelas sangat mulia apa yang menjadi tujuan dan fungsi partai politik, namun tidah salah jika kita juga mengkaji dan mengerti apa sebenarnya yang menjadi landasan dan ideology politik partai politik yang selama ini menjadi pilar demokrasi yang paling urgent.

Ideology Politik

Cakupan ideologi menurut de Tracy adalah nilai, norma, falsafah, dan kepercayaan religius, sentimen, kaidah etis, pengetahuan, atau wawasan tentang dunia, etos dan semacamnya.  Pengertian ini sering di sebut sebagai pendekatan yang ‘netral’ tentang ideologi. Istilah ideologi di‘sempitkan’ maknanya oleh Marx. Ideologi lebih dipahami sebagai, sistem gagasan yang dapat digunakan untuk me-rasionalisasi-kan, mem-beri-kan teguran, memaafkan, menyerang atau menjelaskan keyakinan, kepercayaan, tindak dan pengaturan kultural tertentu. Pengertian dalam World Book Encyclopedia, yang mendefiniskan: “Ideologi tidak didasarkan pada informasi faktual dalam memperkuat kepercayaannya. Orang cenderung menerima sebuah sistem pikiran (atau gagasan) tertentu ini tentu menolak sistem pikiran lain yang tidak sama dalam menjelaskan kenyataan yang ada. …”

Ideologi Politik Dunia:

1.      Anarkhisme

Suatu paham yang menolak pemerintahan, Fungsi-fungsi negara dapat digantikan oleh perhimpunan yang dibentuk secara sukarela, tanpa alat-alat paksaan, tanpa polisi, hukum dan pengadilan. Anarkhi tidak menginginkan masyarakat kacau balau namun justru masyarakat yang tertib, namun ketertiban yang diselenggarakan sendiri oleh individu-individu didalamnya. Beberapa tokohnya: William Goodwin, Max Stirner, Pierre J Proudhoun, Leo Tolstoy.

2.      Liberalisme/Individualisme

Negara tidak lain adalah keburukan yang terpaksa diterima, negara masih diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Negara hanya boleh memasuki ruang menjaga hak-hak individu, dan tidak boleh memasuki ruang individu seseorang. Negara harus ditujukan untuk menciptakan suasana persaingan bebas yang memungkinkan beberapa pihak bersaing secara bebas untuk mencapai kehidupan yang lebih makmur secara ekonomi. Dalam konteks ini negara yang baik (good governance) adalah negara yang ramah (friendly) terhadap mekanisme pasar (hukum laizess faire). Pada prinsipnya hukum survival of the fittest berlaku dalam kehidupan bersama.

3.      Sosialisme-Komunisme

Komunisme dan sosialisme, dua ideologi ini tidak dapat dilepaskan dari nama Karl Marx. Atas inspirasi Marx jugalah lahir banyak peristiwa besar seperti Revolusi Bolsevik di Rusia (1917), Revolusi di Cina dan sebagainya yang kemudian melahirkan negara-negara besar seperti Uni Soviet dan RRC. Dan ideology ini memang, menjadi anak sekaligus musuh besar liberalisme. Kapitalisme liberal, menurut paham ini merupakan corak produksi yang menindas. Akibat dari logika kapitalisme yang mengejar akumulasi modal, seorang pemodal harus melakukan pengaturan terhadap proses produksi. Dalam corak produksi yang kapitalistik, laba dan akumulasi modal di dapatkan dari konsep nilai lebih (surplus value). Negara hanyalah  alat penindasan kaum berkuasa. Sosialisme-Komunisme menghendaki campurtangan negara dalam menguasai alat-alat produksi untuk mewujudkan keadilan sosial untuk seluruh manusia tanpa ada suatu kepemilikan pribadi (kecuali sosialisme yang masih membolehkan kepemilikan partikelir/minimum). Diperlukan partai pelopor dan tunggal dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut yakni partai Komunis.

4.      Sindikalisme, quild socialism

Sindikalisme memiliki tujuan yang sosialistik, tapi bukanlah sosialisme kenegaraan melainkan sosialisme serikat pekerja (trade union socialism). Serikat pekerja harus merebut alat-alat  produksi dari tangan pemilik modal, dan bukan negara yang akan menguasainya tetapi serikat-serikat pekerja. Negara tidak diperlukan dalam mewujudkan cita-cita sosialisme, serikat kerja harus menggantikan peran negara sebagai pemberi rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.

5.      Fascisme

Ideologi fasis ini pernah berjaya di awal abad XX, akibat perang dunia I yang memporak porandakan dunia. Masyarakat rindu pada munculnya kedamaian, pada masa itulah lahir fasisme seperti di Italia dan Jerman yang di pelopori oleh Benito Musolini dan Adolf Hitler. Ide-ide fasis ini memang sangat menggiurkan terutama kelompok-kelompok militer, karena sangat menguntungkan agenda dan kepentingannya. Ide-ide fasis ini digawangi oleh para intelektual seperti Claudio Sorel, Vilferdo Pareto, dan Henry Bergson. Ideologi ini merupakan artikulasi kepentingan kelas aristrokrat (bangsawan menengah), juga para intelektual di luar kelompok sosialis dan kapitalis.

Ide dasar dari fascisme yang pertama adalah Totaliter: Negara harus menjadi pelopor dan mengatur segala hal, apapun keinginan negara (penguasa/pemimpin) harus mengalahkan keinginan kelompok maupun individual. Hak-hak individual bisa di nafikkan oleh penguasa. Kedua adalah Nasionalis - Rasialis: Loyalitas warga bangsa untuk taat pada pemimpinnya menjadi tuntutan yang tidak tertolak dari konsep negara totaliter. Untuk itu elite kekuasaan selalu mempropagandakan gagasan-gagasan nasionalisme ekstrem (chauvinistik), yang bahkan merendahkan kelompok ras dan bangsa yang lain. Hitler misalnya mempropaganda keunggulan ras Ariya Jerman. Jepang pun berbuat demikian. Pola-pola fasis sangat nampak pada kepemimpinan Soeharto dalam sejarah Orde Baru.   Ketiga adalah Idolasi Pemimpin: Elite atau sekelompok kecil penguasa adalah pelopor perubahan. Mereka menyatakan : bukan gagasan, atau kekuatan-kekuatan tersembunyi yang dapat merubah dunia, tapi adalah semangat dan tindakan seorang pemimpin. Sifatnya sangat messianic, seperti istilah-istilah Ratu Adil, Satrio piningit.

6.      Nasionalisme

Perasaan kesukaran dan kesamaan nasib suatu komunitas manusia (imagined community) adalah cikal bakal lahirnya sebuah nation state (negara nasional), selain karena faktor ras, suku, keturunan dan bahasa. Perjuangan untuk persatuan nasional, kebebasan nasional dari campur tangan dunia luar, mewujudkan kemandirian, keaslian/keistimewaan, dan identitas nasional harus dilakukan demi martabat suatu bangsa.

7.      Fundamentalisme agama

Seperti sosialisme-komunisme ideologi ini melintas batas negara. Prinsip dasarnya: bahwa teks-teks agama secara lateral, harus menjadi rujukan dalam mengkonstruksi kehidupan bernegara dan mengaktualisasi Ide-ide syariah dalam kehidupan bernegara, bentuk negara yang diinginkan adalah khilafah dan adanya dewan syariah.

Dari beberapa ideology politik dunia tersebut kita bisa menilai dan mengkaji lebih dalam apa sebenarnya yang menjadi ideology partai politik yang sekarang tumbuh subur di tanah air.


[*] Bahan kajian dalam diskusi el-SAS (Lembaga Studi Agama dan Sosial) STAIN Ponorogo

allo