Parkir di aloon-aloon selangit!

Menjelang lebaran begini aloon-aloon Ponorogo menjadi jujugan warga. Tak terkecuali saya. Karena ingin mengajak jalan-jalan mbah saya, maka saya bawa mobil. Biasanya sih bawa motor saja. Lebih gesit di segala medan.

Tiba di aloon-aloon susah sekali cari parkir. Putar-putar dan tidak dapat. Akhirnya sampai di depan KFC ada yang menawari parkir di dalam. Oke. Masuk. Dengan susah-payah karena banyak yang parkirnya ngawur. Ndak lurus. Begitu selesai parkir, petugasnya langsung bilang: “Bayar sekarang ya mas!”. Saya sodori uang 5000. Biasanya parkir begitu kan cuman 2000 atau 5000 lah mahal-mahalnya. Eh, dikembalikan! Katanya kurang. Ternyata parkir di situ bayar 8000!

What? Iya, 8000!

Ini mah sudah kelewat mahal mas. Di Surabaya saja paling mahal parkir mobil 3000 kok. Kalau ada keramaian paling ya 5000. Tapi ya memang sudah cocok dengan hukum ekonomi. Ketika demand meningkat sementara supply tetap maka harga akan mengalami kenaikan. Hehehe…

Ya sudah. Besok ini kan sudah lebaran. Maafkan segala salah dan khilaf saya ya teman-teman..

Salam,

Det

Indahnya Berbagi

Bersyukur sekali akhirnya agenda kami “Blogger Peduli Sesama” yang telah kita rancang jauh hari akhirnya berlangsung dengan sukses.

Senyum dan kegembiraan terpampang jelas di muka kami dan juga adik-adik dari Panti Asuhan Muhammadiyah KBP Duriyat, tempat berlangsungya acara ini kemarin [28-09-2008].

Acara dimulai pukul 15.30 dengan ceremoni pembukaan, Suara yang indah dan merdu mengiringi pembacaan ayat suci Al-Qurana oleh salah satu anggota panti asuhan serta diteruskan sambutan dari panitia dan pengurus panti. Setelah acara ceremoni selesai peserta dibawa mengarungi dunia yang luarbiasa dengan semangat dan cita-cita masa kanak-kanak dalam nonton film bareng “Denias”. Kami memilih film ini dengan tujuan menambah kepercayaan dan semangat adik-adik panti, dengan selalu mensyukuri apa-apa yang telah diberikan oleh-Nya kepada kami…

Ketika adzan maghrib tiba, acara diteruskan buka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah serta pembagian sedikit bingkisan dari kami yang tentunya merupakan sumbangan dari para donatur kotareyog.com.

Mungkin kami belum bisa memberikan apa-apa dan acara ini sendiri berlangsung cukup sederhana. Tapi yang jelas kami tidak melihat dari besar kecilnya suatu acara melainkan makna yang dapat kami serap dari acara tersebut. Semoga acara kemarin memberikan makna positif bagi kami dan juga mereka…..

_______________________________________________________________________
* Terimakasih kepada kawan-kawan donatur, seluruh anggota dan simpatisan Bloggerwarok yang telah membantu acara ini sehingga berjalan dengan lancar. Semoga tercatat sebagai amal ibadah oleh-Nya.

Ilir-ilir, karya fenomenal itu…

MARI MENGOREK KARYA FENOMENAL


lir-ilir tandure wis sumilir

tak ijo royo-royo

tak sanggup temanten anyar

bocah angon penekno blimbing kuwi

lunyu-lunyu penekna

kanggo mbasuh dodotiro

dodotiro kumitir bedhaning pinggir

domdomono jlumatana

kanggo sebo mengko sore

mumpung jembar kalangane

mumpung padhang rembulane

ya suraka surak iyo

Mungkin sair diatas sudah tidak asing lagi telinga kita,yaitu tembang ilir-ilir,ILIR berarti dalam bahasa jawa bsa diartikan kipas,

Menurut cerita tembang tersebut karya Sunan Bonang tapi tdak sedikit yang percaya bahwa tembang tersebut ciptaan Sunan Kali Jogo.

Terlepas dari siapa yang menciptakan,coba saya akan menuliskan hasil bebarapa buku yang saya baca..tentang filsofi tembang tersebut.ini sekedar merefresh tentang pengetahuan kita tentang khasanah budaya di pulau jawa ini,khususnya budaya islam…

ilir-ilir tandure wus sumilir/ tak ijo royo-royo /tak sangguh temanten anyar

untain syair tersebut secara harfiah menggambarkan bahwa ajakan agar selalu terjaga dengan keberkahan atas kesuburan yang sudah tergelar nyata,lalu memperhatikan dengan sedemikian rupa layaknya kita melihat pengantin baru,

inipun berarti menyeru untuk brsyukur atas apa anugrah yang sudah di berikan oleh ALLAH SWT

bocah angon penekno blimbing kuwi

mereka yang pduli terhadap kemajuan agama islam dan perkembangannya.diharapkan kita memanjat blimbing..

blimbing disini kenapa jadi ikon karena blimbing tersebut bergigir lima,yang berfilosofi 5 rukun islam.

so disini jika kita pedulidengan kemajuan agama islam dan perkembangannya disuruh berpegang dan melaksanakan rukun islam yang ada 5 itu.

lunyu-lunyu penekno,kanggo mbasuh dodotiro

meskipun dalam keadan licin harus tetep dipanjatn karena untuk membasuh dodotiro (semacam kain panjang)

ini menandakan agar supaya kita mensucikan hati yang terkoyak,yang dimaksud adalah membersihkan dari hal2 yang merusak aqidah.

dodotiro kumitr bedhahing pinggir,dondomono jlumathana.

kenapa hati yang terkoyak,ini karena keyakinan agama islam kita telah terkoyak,atau sobek dibagian pinggirnya sehingga perlu di jahit kembali.

ini juga berarti bahwa kieyakinan agama kita telah dirasuki oleh ajaran yang tidak sesuia dengan AL-QUR AN dan AS SUNAH,makanya dari itu kita wajib untuk memperbaikinya.

Setelah kita membersihkan hati,pakaian dan tentunya tempat,barulah kita bsa beribadah khusyuk kepada allah swt,

ini yang tersirat dalam ungkapan kanggo sebo mengko sore.

mumpung jembar kalangane,mumphung padhang rembulane

ini menyiratkan bahwa masih banyak kesempatan dan waktu ,marilah kitra cepat2 mengerjakan perintah2 ALLAH SWT,

yang tercantum dalam rukun iman dan rukun islam.

Nah kalo sudah demikian maka kita akan mendapatkan sesuatu kegembiraan yang tiada taranya,,,rasanya pokoke mak nyoos.

Ini menandakan kepuasan bathiniyah dan badaniyah kita setelah kita menjalankan apa yang diperintah oleh ALLAH dan apa yang dilarangnya.dengan cara bersuci dari segala yang merusak aqidah kita

ini tersirat dari syair ya suraka surak iyo

Demikianlah uarain filosofi tembang ILIR-ILIR yang dipercaya ciptaan Sunan Kali Jaga,yang sangat kental dengan suasana religiousnya,suatu karya besar yang tak akan hilang ditelan jaman.Semoga ini menjadi penyemangat kita dalm melaksanakan IBADAH kita sehari-hari,khususnya di bulan RAMADHAN yang tercinta ini.Apalagi bulan Ramadhan kurang beberapa hari lagi,mungkin penjelasan ini bisa jadi sesuatu wacana buat kita apakah bulan Ramadhan ini kita sudah bsa mengikis atau bahkan menghilagkan sifat2 buruk ataupun setan yang ada dalm iri kita,,,,,ini.

Semoga kita mendapatkan kemenangan yang di ridhoi oleh ALLAH SWT,dan kita di jadikan manusia yang fitrah…amien

Sumber penulisan :

Buku Cerita SUNAN KALI JOGO

Buku BABAD TANAH JAWI

Buku BABAD CIREBON

Majalah LIBERTY

Ya ALLAH kembalikan

RAMADHAN kami dalam hari-hari yang banyak,,,

dalam tahun -tahun yang panjang….

agar kami selalu bsa menata hati kami,,

dan memperbaharui taubah kami….

“TAKOBALLALAHU MINNA WA MINKUM TAQOBAL YA KARIEM”

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

“MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN”

BLOGGER BERBAGI SESAMA

Diinfokan kepada seluruh anggota www.kotareyog.com, dalam rangka mengisi dan memaknai bulan suci Ramadhan ini,kita akan mengadakan acara Blogger Berbagi Sesama, di Panti Asuhan Muhammadiyah KBP Duriyat, pada hari minggu 28 September 2008. Mulai pukul 15.00 WIB sampai selesai.

Acara ini rencananya berbentuk nonton film bareng, Games, pembagian doorprize dan buka puasa bersama skitar 80an anak anggota panti Asuhan.

Suatu kenikmatan dan keindahan tersendiri jika kita bersama-sama berbagi dengan mereka. Jadi jangan lewatkan acara yang satu ini.

Salam Blogger Warok!

CP:
Nursam: +6285649684180
Rosi : +6285233673641
Azaxs : +6281359204155

Untuk memberikan donasi dapat disalurkan melalui:

Bank BNI No. Rek. 0109728573

atas nama: AFIF NURWILIANTO

Bank BCA No. Rek. 5120219504

atas nama: MATIAS SUWANTO

Bank Mandiri No. Rek. 1420006001282

atas nama: MATIAS SUWANTO

NB: Harap konfirmasi setelah memberikan donasi

Cinta..kesetiaan..selingkuh..poligami (sisi lelaki)

Menjadi menarik ketika blog dipenuhi dengan artikel yang bertemakan selingkuh, kata kunci yang menarik hati para blogger untuk membaca dan mencoba posting tulisan. Ada yang sekedar mengangkat tema itu karena memang telah meninggalkan rekaman yang menjadi nightmare di relung otak. Ada yang ikut-ikutan menulisnya karena gatal untuk untuk memberikan argumen dan penjelasan yang panjang lebar (termasuk saya .. hehehe).

Baca dulu, baru komen…

Anak Kampung yang Terdampar di Ibu Kota

di bunderan HI

di bunderan HI

Menjadi perantauan sepertinya sudah menjadi keniscayaan bagi pria yang sejak remaja sudah terbiasa jauh dari orang tua ini. Pria bernama Bambang Dwi Atmoko ini menghabiskan masa kecil dari lahir sampai akhir SMA di Ponorogo. SDN Sriti 1 Sawoo, SMP 1 Sawoo dan SMA 2 Ponorogo. Setelah itu melanjutkan kuliah di UNS Solo sampai tingkat D3.

Merasa masih belum memiliki bekal yang cukup baik dari segi keterampilan maupun modal, maka dia memutuskan untuk mencoba mencari peruntungan dengan merantau ke Jakarta. Kota yang konon sangat keras ini. Kota yang sangat jauh berbeda dengan suasana di kampung halamannya di pelosok desa kecil nan sepi di Ponorogo. Tapi demi ingin memperoleh nasib yang lebih baik, hal itu dilakukannya.

Sampai saat ini, sudah hampir dua tahun dia menjajah kota Jakarta. Menjadi buruh demi sesuap nasi dan semoga sekarung permata. Hanya sesekali saja menjenguk kampung halaman kalau sudah kangen sama orang tua di rumah, bisa dua-tiga kali dalam setahun.

Buruh. Ya, hanya buruh. Buktinya, selama dua tahun bekerja di Jakarta belum mampu menabung banyak uang. Belum memiliki kendaraan sendiri. Belum memiliki rumah sendiri. Laptop dan Hape, hanya itu barang yang dimilikinya saat ini.

Keberadaan laptop dan hape ini ternyata memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Entahlah itu pengaruh baik atau buruk, mungkin dua-duanya. Yang jelas, pria ini sekarang bisa dibilang hidup di dua dunia yang berbeda. Satu di dunia nyata, satunya lagi di dunia maya. Dua dunia ini serasa tidak bisa terpisahkan olehnya.

Keranjingan internet baik lewat komputer maupun hape membuatnya kenal dengan makhluk bernama ‘blog’. Meskipun sudah lebih dari setahun ngeblog, tapi belum memberikan sesuatu yang berarti di blogosphere. Sempat beberapa kali menjadi nomaden blogger, pindah pindah alamat blog. Saat ini memiliki beberapa blog yang hampir semuanya jarang diupdate :lol:.

Isi blognya juga gak penting. Mungkin lebih tepatnya, blog masih sebatas tempat membuang sampah pikiran-pikiran yang bergelayut. Ah sudahlah, ternyata bukan hanya dia yang merasa seperti itu. Ada beberapa kawan senasib seperantauan yang merasa hal serupa. Mereka sering bertemu di trotoar Plaza Indonesia depan Bunderan HI. Kemudian dikenallah mereka ini dengan sebutan blogger BHI (Bunderan HI). Bambang dan beberapa rekan blogger perantauan lainnya bisa nongkrong di tempat ini tiap Jumat malam. Melepas lelah sehabis lima hari kerja yang mungkin bikin stress. Melepaskan kepenatan tinggal di Jakarta yang penuh dengan masalah. Berbahagialah para blogger kotareyog yang tinggal di Ponorogo, kota kecil yang tidak sebangsat Jakarta.

Situs rujukan :

YM : mrbambang

LAKUKAN SEBELUM TERLAMBAT

Alarm telp genggam seorang pengusaha muda sedang sibuk bekerja berbunyi, hari ini mama ultah…
Jam sdh menunjukkan pukul 19.00, wah sepertinya sdh ga keburu utk beli kado nich, pikirnya. Segera dikemasinya kertas2 yg berserakan di mejanya.

Pd perjalanan pulang dia melihat sebuah toko bunga di seberang jalan dan menyuruh supirnya utk berhenti. Pd saat keluar dr mobil, seorang gadis kecil dgn wajah memelas menyapanya “Om, tlg beri aku sedikit uang. Aku hanya ingin membeli setangkai mawar Om. Hari ini ibuku ulang tahun.” Karena kasihan, pengusaha itu memberinya uang dan gadis kecil itu langsung berlari menyeberang jalan stl mengucapkan terima kasih kpdnya.

Saat pengusaha itu sampai di seberang jalan dan memasuki toko bunga, dia melihat gadis kecil itu sdh kembali menyeberang jalan dgn membawa setangkai mawar putih dan memasuki kompleks pemakaman yg ternyata ada di dekat mobilnya terparkir.

Karena penasaran, diikutinya gadis kecil itu. Ternyata dia sedang membersihkan sebuah makam dan meletakkan setangkai mawar putih di atasnya sambil berbisik “Ibu, aku datang. Ini aku bawakan setangkai mawar putih kesukaan Ibu. Selamat ulang tahun Bu, aku sayang Ibu.”

Pengusaha itu tersadar, selama ini dia selalu sibuk bekerja shg melupakan hari ulang tahun ibunya. Tidak ada gunanya memberikan apa yg disukai ibunya bila beliau sudah tidak ada.

Teman2 lakukan dan berikan yg terbaik untuk ibu kita….
Mumpung saat ini masih ada kesempatan…
Jangan ditunda.

sebelum semuanya terlambat

salam

mantune warok ngebel

Website Pemkab Ponorogo “lenyap”

Ponorogo. Setelah sempat dibahas di kotareyog.com tentang ketidaktersediaan content Website Pemkab Ponorogo beberapa waktu lalu [link]. Hari ini (senin, 21/9) website yang berlamat di http://www.ponorogo.go.id lenyap, dan hanya menyisakan pesan “Howdy stranger ^^”.

Website yang dikelola oleh BAPPEDA Kab. Ponorogo ini tidak lagi menampilkan informasi mengenai Kab. Ponorogo, pada halaman utamanya hanya meninggalakn warna putih dan tulisan di atas. Berdasarkan informasi dari pandi.or.id website berplat merah ini dikelola oleh PT. Solo Jala Buana.

Semoga, website Pemkab Ponorogo segera “pulih” dan menampilkan informasi lengkap tentang Kabupaten Ponorogo.

RAHASIA HATI

Ketika Tuhan akan menyimpan sebuah rahasia untuk manusia, para Malaikat
mengusulkan untuk menyimpannya di puncak gunung, di dasar laut, atau di manapun
yang sulit dijangkau. Namun Tuhan berkata tidak. Akhirnya ditentukan, bahwa
tempat yang rahasia paling rahasia adalah di: Hati.
Di sekeping daging merah inilah manusia menyimpan rahasia ruang dan waktu
sepenggal hidupnya.

Manusia bisa tersenyum di saat hatinya luka.
Menangis di saat hati sedang berbunga.
Orang yang berkelana diberi kata hati-hati.
Orang yang tidak pernah mau mendengar diberi nama manusia yang berhati batu.
Manusia yang degil adalah manusia yang tak punya hati.
Sedang yang paling beruntung adalah manusia yang mempunyai kebersihan hati dan
kebeningan ini terpancar hingga ke aura wajah yang meneduhkan, di mana manusia
lain merasa damai kala di dekatnya, di mana orang-orang ingat Tuhan dengan
melihat wajahnya.

Pernahkah pada sebuah keheningan malam, kita mencoba menyelam ke dasar hati,
menyelam sedalam-dalamnya? Apakah kita menemukan sesuatu yang mirip dengan duri
atau menemukan ada sebuah penjara di sana?

Terkadang kita terluka oleh sebuah perlakuan orang yang membuat kita jatuh. Dan
kita membiarkan sakit hati ini terus bersemayam, di mana kita tidak merasa
nyaman setiap kali kita bertemu dengan orang tersebut. Ketika kita melihat
orang itu tertawa dan gembira, kita malah merasa iri dan berharap semoga dia
segera mendapatkan hal yang buruk. Dan ketika hal itu benar-benar terjadi, kita
malah mensyukurinya. Ya, akuilah dengan jujur, kita pernah merasakan dan ini
sangat manusiawi. Ibarat perang dingin, inilah yang disebut sebagai dendam
terselubung. Memang waktu akan menyembuhkan, tapi berapa lama?

Ada pemuda mencintai seorang gadis. Ia benar-benar serius dengan perasaan ini.
Ketika ia mengutarakan, ternyata telah ada pemuda yang telah mendahuluinya. Dan
akhirnya ia membiarkan gadis itu dipinang oleh pemuda lain. Apakah urusan ini
selesai? Sayang, ternyata tidak. Si pemuda masih menyimpan cinta pada wanita
yang kini telah menjadi istri orang lain. Malah ia berharap, si wanita segera
menjadi janda agar ia bisa memilikinya. Ini sering terjadi. Dan inilah yang
dinamakan sebuah penjara. Bila harapan si pemuda tidak terjadi, mungkin waktu
juga yang akan menyembuhkan. Tapi, sampai berapa lama?

Di saat kita jatuh atau terluka karena orang lain, terkadang susah bagi kita
untuk mendamaikan hati. Jika pikiran kita bisa menerima dengan hitung-hitungan
akal, maka hati tidak bisa dikalkulasi. Si lemah hati akan membiarkan hatinya
terus terpuruk. Si gelap hati akan mendendam rasa dan tidak pernah memaafkan..
Sedang yang beruntung adalah ketika ia diberi cobaan, ia ridha, ikhlas, dan ia
segera berusaha untuk sabar dan merelakan segala sesuatu yang memang tidak
seharusnya menjadi miliknya. Lebih jauh, ia tetap masih bisa mensyukuri, bahwa
apa pun yang tidak berpihak kepadanya adalah jalan yang terbaik saat itu.
Karena boleh jadi, apa yang menurut kita baik ternyata buruk, dan sebaliknya.
Yang Maha Merencanakan mengetahui, sedang kita tidak.

Hati adalah kita yang memilikinya. Ia ada di dalam dada ini dan di dalam hati
ini jua nurani kita tersimpan.
Namun kita sering melakukan perbuatan yang kita sendiri tahu itu salah. Kita
ingkari nurani.
Hari ini kita senang terhadap sesuatu, boleh jadi esok kita akan sangat
menyesal karena kemarin kenapa kita menyukainya.
Maha Besar Tuhan yang berkuasa membolak-balikkan hati kita.

mari kita renungi sejenak :)

salam

mantune warok ngebel

Ponorogo Mau Dibawa Kemana?

Sekitar setahun lalu, aku ngikut temen-temen MP Cabang Kabupaten Bekasi
ngikut mereka latihan ke Pantai Tanjung Pukis, yang ada di Kabupaten
Karawang. Lumayan lah, buat refresing, apa lagi dikasih gratis ama
panitianya.

Ceritanya, untuk ke Tanjung Pukis, dari Bekasi kita lewat
Rengasdengklok. Temen-temen yang mengenyam pendidikan SD dan SLTP di Indonesia pasti
udah pernah mendengarnya bukan? Rengasdengklok, tempat dimana Sukarno
“diamankan” dari pengaruh Jepang menjelang proklamasi.

MasyaAllah…, tempat yang begitu bersejarah bagi bangsa kita ini,
ternyata sungguh memprihatinkan. Banyak rumah-rumah penduduk yang dibuat
semi permanen dan kurang layak huni. Untuk kegiatan MCK banyak dilakukan
di sungai. Bahkan aku sempat lihat sebuah SD yang sudah udzur, mungkin
dimakan usia, mungkin juga digerogoti tikus berdasi.
Jalan-jalan banyak yang rusak parah, penuh debu dan lubang.
Alhamdulillah, jalan-jalan di desaku udah pada keras dan rata, berlapis
aspal.
Menurut temen-temen MP yang udah beberapa kali ke sana, Rengasdengklok
dari tahun ke tahun bukan makin baik,tapi tambah parah.

Dari Rengasdengklok bergeser dikit ke timur, ada Karawang. Kalau ada
yang bilang Rengasdengklok itu udah masuk Karawang,jujur, aku juga belum
tau.
Mungkin semua juga udah pada tau, kalau Karawang adalah lumbung padi
nasional. Kalau di Ponorogo untuk nanem jagung aja kesulitan masalah air,
di sana masih bisa panen padi dengan baik.
Selain itu, di Karawang juga banyak kawasan industri. Tapi jangan tanya
berapa jumlah rumah semi permanen yang tak layak huni di sana. Bisa
capek menghitung.
Jangan tanya pula soal pendidikan. Cukup banyak gedung SD yang rusak,
padahal semua pasti setuju, bila SD adalah dasar pendidikan. Bila SD mendapat fasilitas dan
kualitas pendidikan yang baik, kedepannya juga akan baik. Penduduknya
pun beranggapan bahwa pendidikan adalah nomer sekian, terutama bagi
cewek. Rata-rata mereka cukup sampai SLTP, atau maksimal SLTA dan begitu
SKHUN turun, keterangan ijab sah pun didapat.
Bagi temen-temen warok yang ingin cepet punya “cewek” dateng
aja ke sono, dengan membawa N7610 atau N3230, gak usah yang terbaru,
trus berikan kepada si cewek dihadapan orang tuanya. Yakin dah,75% oleh
orang tua si cewek, cewek tersebut akan dipasrahkan pada temen-temen.
Setelah itu terserah temen-temen dah mau diapain itu cewek.
Aku tidak mau menghina, merendahkan atau bersikap rasialis pada
siapapun. Ini adalah pengalaman pribadi dan pengalaman temen-temenku saat aku
gawe di sono. Kalau aku salah, mohon dikoreksi dan ditegur, aku akan senang menerimanya.

Dari Karawang, melompat ke timur, sampai di Ponorogo ini. Maaf, aku
kurang tau banyak soak Ponorogo tercinta ini, soalnya aku baru
“membuka mata” setelah lulus SMK, dan itupun aku langsung pergi ke
Karawang. Aku baru beberapa bulan ini balik ke Ponorogo, dan itupun sebagian
besar waktuku habis di rumah.

Mungkin, yang menarik adalah saat beberapa waktu yang lalu, aku dan
beberapa orang temen pergi ke Ngebel. Petugas retribusi yang disiagakan
untuk hari biasa berjumlah 2 orang, kadang aku melihat ada 3. Dengan
sejumlah itu, mereka tidak berani menarik uang retribusi kepada pengunjung
laki-laki, terutama bila berjumlah lebih dari dua orang. Mereka hanya
berani kepada muda-mudi yang datang untuk pacaran atau pada mereka yang
datang bersama keluarga *dalam hal ini anak dan istri*

Sampai di telaga, kita disuguhi pemandangan danau yang mengalami
pendangkalan oleh lumpur dan sampah saat musim kemarau dan banjir saat
penghujan. Disamping itu banyak karamba/kolam apung milik petani yang
dibiarkan rusak dalam telaga tanpa ada upaya pengangkatan atau peremajaan yang
menambah hancur pemandangan.

Adalagi cerita, beberapa saat sebelum puasa kemarin, aku sempet
melakukan survey lokasi untuk penjelajahan anak-anak MHI Jintap ke daerah
Plethuk.
Selama perjalanan dan setelah sampai di sana, aku tidak menjumpai
adanya fasilitas umum a.k.a. mushola atau kamar mandi yang layak.
Walau tidak ada mushola dan kamar mandi, tapi menurut penjaga warung
a.k..a. tempat berteduh a.k.a. tempat “nginep”, kalau malem
minggu banyak pasangan muda-mudi yang kesana.

Aku: Kene wis mulai udan Pak?
Penjaga Warung: Yo sik lagek iki ae kok. Dhek ingi wis mulai nrecih.
A: Pengen ndelok medhon kok wis tutup tho Pak?
PW : Kowe renene kesorean mas, lek rodhok esuk mau yo iso. (Kita sampai
di sana pas sayup-sayup terdengar adzan ashar) Emang arep nyapo tho
mas?
A: Pengen survey lokasi, sok Minggu insya allah arep penjelajahan rene.
PW: Lha iki, sampean kabeh arep nginep kene sampek sok Minggu?
A: Yo ora pak, arep nyapo?
PW: Kene lek malem minggu rame, bocah enom-enom kuwi. Enek sing nginep,
yo enek sing balek.
A: Pasangan-pasangan ngono kuwi?
PW: Iyo, lanang-wedhok lanang-wedhok.
A: Podo nyapo lho pak? Pomo aku nginep ki, opo arep anggar? Lanang
kabeh?!? Ha..ha..ha..
PW: Wis ngerti dhewe lah…
A: Adhoh-Adhoh rene?
PW: Aman…

??????????!!!

“Yo opo rek, pengen k*w*n mlayu neng Plethuk”

Itu adalah penggalan percakapanku dengan penjaga warung yang ada di
sana. Dimana A adalah aku, Alief dan PW adalah penjaga warung. Aku gak nanya siapa
namanya.

Dua tempat di Ponorogo, keduanya tempat “wisata”.
Keduanya tidak terurus, dieksploitasi dan “dikangkangi” oleh
rasa “masa bodoh” dan “ketidakpedulian”.
Ponorogo ini adalah tempat tinggal kita tercinta. Bila rasa masa bodoh
dan ketidakpedulian itu terus dipelihara, tahun-tahun mendatang kita
tidak akan bisa dibandingkan dengan Rengasdengklok, yang terkenal tapi
terlupakan. Tidak bisa dibandingkan dengan Karawang, yang merupakan
perpaduan antara tradisional dan modern yang “hancur”.
Kita akan lebih parah dari itu. Tidak akan ada lagi yang bisa kita
banggakan.

allo